Upacara Ngaben Bali


[gambar : Upacara Ngaben di Ubud wikipedia] [gambar : Upacara Ngaben di Ubud wikipedia]

Indonesia sangat kaya akan kebudayaan daerah bahkan prosesi pemakaman pun dapat menarik wisatawan local maupun wisatawan asing. di bali upacara pemakaman yang sangat terkenal adalah ngaben yaitu pembakaran jenazah untuk umat hindu, hal ini juga lazim dilakukan umat hindu diseluruh dunia yang paling terkenal adalah upacara pembakaran jenazah di bali yang disebut ngaben. para wisatawan selalu menunggu prosesi ini apalagi yang meninggal bangsawan, orang kaya atau pejabat. karena prosesi ini akan lebih meriah.

Karena berbiaya mahal kadang upacara pembakaran mayat tidak langsung dilaksanakan, kalo yang meninggal dari golongan atau kasta yang tinggi seperti bangsawan, orang kaya atau pejabat biasanya ngaben akan dilaksanakan 3 hari setelah jenazah disemayamkan. tetapi jika yang meninggal adalah rakyat biasa atau kasta rendah biasanya jenazah akan dikubur terlebih dahulu dan upacara ngaben akan dilaksanakan setelah pihak keluarga siap dengan besarnya biaya.

Ngaben dalam masyarakat hindu dilakukan agar para roh atau leluhur yang sudah wafat akan sampai ke peristirahatan terakhir dengan suci. dengan dibakar roh akan dilepaskan dari segala kotoran duniawi dan api sendiri menurut kepercayaan umat hindu adalah perwujudtan dari dewa Brahma. dan juga dengan ngaben seorang akan terlihat tentang status sosialnya semakin tinggi kasta jenazah semakin meriah pula upacara yang dilakukan. satu hal makna yang terpenting dalam upacara ngaben yaitu setelah dibakar roh akan terbebas dari perbuatan selama di dunia dan akan ber reinkarnasi dalam wujud yang berbeda.

Karena biaya yang dikeluarkan saat upacara ngaben sangat besar, masyarakat bali sekarang lebih memilih melaksanakan upacara ini secara masal. biasanya upacara ngaben akan dipilihkan hari yang baik, yang akan memilih hari baik adalah pemuka agama. yang unik dari ngaben keranda yang dipakai tidak seperti keranda pada umumnya tetapi keranda yang berbentuk seperti lembu dan terbuat dari kayu yang natinya keranda ini akan ikut dibakar. saat prosesi arak-arakan jenazah melewati pertigaan atau perempatan jenazah akan diputar sebanyak 3 kali karena dipercaya  jika tidak dilakukan si arwah akan binggung dan tidak akan kembali lagi. setelah proses pembakaran selesai dan jenazah telah menjadi abu selanjutnya sisa jenazah dimasukan kedalam buah kelapa gading dan dilarung di laut atau sungai yang dianggap suci.

Baca yang Lainnya :


Tagged: