Tradisi pukul sapu di Maluku

pukul-sapu

Indonesia kaya akan  budaya dan tradisi-tradisi unik, salah satu nya adalah tradisis pukul sapu yang ada di Maluku. tradisi ini dilakukan setiap satahun sekali tepat nya pada hari ke 7 dalam bulan syawal. tradisi unik ini dilakukan di dua desa yang bertetangga yaitu Desa Mamala dan Desa Morrela. Desa ini berjarak sekitar 40 kilo meter dari Kota Ambon.

Tradisi pukul sapu ini sudah ada sejak jaman penjajahan belanda  pada tahun 1637-1646. saat itu dikisah kan tradisi ini ber awal dari aksi kemarahan rakyat Maluku setelah pejuang mereka Kapitan Talukabessy dihukum mati oleh VOC. dengan cara memukul-mukulkan sapu yang terbuat dari Lidi Enau para pasukan ini melampiaskan kesedihanya. para pemain pukul sapu ini memang harus menahan sakit karena badan yang dipukul oleh sapu akan sobek dan mengeluarkan darah.

Sedangkan versi lain dari cerita dibalik tradisi pukul sapu yang lainya adalah tardisi pukul sapu di lakukan untuk mengenang pembuatan Masjid Tua di Mamala pada tahun 1646. tradisi ini memang sangat terkenal, tak heran pada setiap pelaksananya selalu di banjiri penonton baik itu penduduk dari Desa Mamala dan Morella ataupun dari kota Ambon yang sengaja datang ke tempat ini.

Pengobatan para pemain Pukul Sapu Lidi juga sangat sederhana, namun ke dua desa tersebut memilki perbedaan dalam pengobatan. jika para penduduk Desa Morella mengobatai para pemain yang terluka dengan getah jarak lain pula di Desa Mamala, mereka menggunakan minyak tasala yaitu olahan dari minyak kelapa yang dicampur dengan pala dan cengkeh. Minyak Tasala juga dipercaya bisa untuk menyembuhkan luka ringan bahkan patah tulang.

Tradisi Pukul Sapu tidak berlangsung lama. hanya 30 menit saja. bagi warga tasala tradisi pukul sapu juga di artikan sebagai ungkapan syukur telah ditemukanya minyak tasala yang bisa menyembuhkan segala penyakit. perbedaan makna tidak lah penting bahkan perbedaan ke duanya diharapkan semakin memperkokoh persaudaraan di tanah Maluku baik itu antar suku atau pun antar kepercayaan.

Baca yang Lainnya :

[gambar : regional.kompas.com]


Tagged: ,