Sejarah Monumen Nasional

monas

Bulan ini merupakan bulan istimewa bagi Rakyat Indonesia, di bulan Agustus ini tepatnya pada tanggal 17 Agustus bangsa kita memproklamasikan kemerdekaan setelah lama bangsa kita dijajah Belanda dan sekutnya. kegembiraan kemerdekaan ini di lamabangkan dengan beberapa monumen dan beberapa tugu peringatan, salah satunya adalah Monumen Nasional yang sering disingkat dengan sebutan Monas. Monas juga sering dianggap sebagai simbol ibukota Jakarta. banyak orang menganggap jika belum ke Monas berarti belum menginjakan kaki di ibukota.

Monumen Nasional atau Monas dibangun pada tahun 17 agustus 1961 yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno dan dibuka untuk umum pada 12 juli 1975. Monumen Nasional berada di tengah lapangan medan merdeka letaknya tepat berada di tengah-tengah nya. Awal pembangunan Monumen Nasional ini Presiden Soekarno terinspirasi oleh menara Eiffel yang berada di perancis. setelah diadakan sayembara yang diikuti oleh kurang lebih 135 hanya satu yang memenuhi kriteria yaitu Frederic Silaban, akhirnya Presiden Soekarno meminta bantuan R.M Soedarsono untuk merancang bangunan yang diinginkan Presiden pertama Indonesia ini.

Akhirnya di tangan R.M Soedarsono dan Frederic Silaban berdirilah Monumen Nasional yang juga sebagai lambang semangat kemerdekaan. Sesuai dengan makna dari bangunan ini, dimasukan pula unsur-unsur kemerdekaan yaitu perpaduan 17- 8-45 dalam pembangunan monumen nasional ini. pembangunan monas ini sempat tertunda saat terjadi gerakan 30 september 1965 yang dikenal dengan G30 S PKI. yang menarik adalah sebelum bernama monas, monumen ini berganti nama hingga 5 kali yaitu lapangan gambir, lapangan ikada, lapangan merdeka, lapangan monas dan yang terakhir Taman Monas.

Yang istimewa dari monumen nasional ini adalah obor emas yang ada di puncaknya, obor ini mempunyai berat 38 kilogram emas dan 28 kilogram dari total keseluruhan adalah sumbangan dari soerang pengusaha yang bernama Teuku Markam yang juga merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia. Monumen Nasioal mempunyai tinggi sekitar 132 meter, untuk naik ke puncak monas bisa menggunakan lift. dari atas monas kita bisa melihat sebagian dari kota Jakarta, selain itu di dalam monas juga terdapat beberapa diorama dan relief-relief pada dinding  yang juga bergambar beberapa pahlawan nasional.

Bila berkunjung ke ibukota Jakarta belum lengkap rasanya bila belum berkujung ke Monumen Nasional atau Monas.

[gambar : galleryindonesia]

Baca yang Lainnya :