Legenda Roro Mendut

makam-rara-mendut

Tentu kita sudah sangat mengenal dengan kisah cinta yang sudah sangat tersohor di seluruh dunia yaitu Romeo dan Juliet. tetapi taukah di Indonesia juga ada kisah cinta yang juga mirip dengan Romeo dan Juliet yaitu Roro Mendut. Kisah roro mendut ini juga sudah menjadi legenda percintaan di tanah jawa bahkan sering juga kisah cinta ini dipentaskan pada pertujukan Ketoprak atau Ludruk.

Dikisahkan seorang anak nelayan di pantai pesisir pantai utara jawa tepatnya di desa nelayan yang bernama Teluk Cikal Kabupaten Pati Jawa Tengah yang mempunyai paras rupawan gadis itu bernama Roro Mendut atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Rara Mendut. kecantikan Roro Mendut telah memikat hati banyak bangsawan yang berlomba-lomba inggin meminangnya sebagai istri maupun selir. Tetapi Roro mendut memang sudah mempunyai tambatan hati yaitu pemuda desa yang bernama Pranacitra yang juga merupakan putera dari Nyai Singabarong seorang saudagar kaya. tak terkecuali penguasa Pati yang bernama Adipati Pranggolo II yang inggin menjadikan Roro Mendut sebagai selir. karena menolak suatu hari Adipati Pranggolo mengutus prajuritnya untuk menculik Roro Mendut dan akhirnya Roro Mendut  pun dijadikan selir dan disekap di dalam Istana.

Setelah Kadipaten Pati bergejolak dan kalah perang melawan Kerajaan Mataram akhirnya Pati jatuh ke tangan Mataram tidak terkecuali Roro Mendut yang juga memikat Tumenggung Wiraguna yang berhasil merampas Pati dari Adipati PranggoloII. Roro Mendut kembali menolak dan mengatakan bahwa dia sudah mempunyai kekasih yang bernama Pranacitra. Tumenggung Wiraguna murka akan penolakan Roro Mendut kemudian juga memberikan syarat jika Roro Mendut harus membayar pajak kepada Mataram. Roro pun menyetujui dan dia pun mencari uang dengan berjualan rokok di pasar. karena kecantikannya rokok yang di jual Roro Mendut selalu habis bahkan orang-orang berlomba-lomba membeli rokok bekas hisapannya dengan harga mahal. mendengar sang pujaan hatinya berjualan rokok di pasar akhirnya Pranacitra mencarinya ke pasar dan berusaha melarikan diri bersama Roro Mendut. tetapi sayang pelarian itu tidak berhasil Roro Mendut kembali ke Istana sedangkan Pranacitra diculik dan dibunuh oleh Tumenggung Wiraguna dan dimakamkan di Desa Gandhu Ceporan tidak jauh dari kota Jogjakarta kurang lebih 9 kilometer.

Setelah mengetahui kekasihnya dibunuh Tumenggung Wiraguna, Roro Mendut barusaha kabur dari Istana dan mencari makam kekasihnya. para prajurit dan Tumenggung Wiraguna tetap mengejarnya hingga Roro Mendut menemukan makam kekasihnya. kesedihan Roro Mendut yang sangat mendalam hingga dia berbuat nekat dengan bunuh diri menggunakan keris Tumenggung Wiraguna dengan menusuk perutnya dengan keris tersebut. setelah Roro mendut meninggal Tumenggung Wiraguna merasa bersalah kemudian menguburkan Roro Mendut satu liang dengan kekasihnya Pranacitra. kisah percintaan ini sudah mendarah daging sebagai donggeng klasik yang sering diangkat sebagai lakon. bahkan cerita ini juga sudah pernah  diangkat ke layar kaca.

[gambar : tembi.org]

Baca yang Lainnya :